Minggu, 21 April 2013

Selamat Menempuh Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012 / 2013


Selamat Menempuh Ujian Akhir Semester Ganjil


Tahun Pelajaran 2012 / 2013

Kerja keras, kejujuran dan percaya diri adalah "Kunci Menuju Sukses"

Mencontek, ngrepek, serveran dan segala bentuk
kecurangan adalah "Perbuatan Tercela"

Ingat !! Jangan kau rendahkan martabatmu dengan tindakan curang !

Semoga Sukses!


Sabtu, 20 April 2013

LG Optimus G2 Hadir pada Kuartal Ketiga 2013


LG (Ist.)
Jakarta - LG telah mengkonfirmasi bahwa ponsel flagship mereka selanjutnya akan hadir di kuartal ketiga tahun ini. LG Optimus G2 adalah piranti yang dimaksud.

Berbicara kepada Trusted Review, Head of Mobile Communication LG untuk Eropa, Won Kim mengatakan," LG Optimus G2 akan datang di Q3".

Namun ia masih bungkam mengenai spesifikasi yang dimiliki piranti tersebut. Kim hanya mengatakan," G2 akan menjadi sesuatu yang berbeda, unik dan kami harus sangat kreatif".

Kedatangan G2 di Inggris pada kuartal ketiga tersebut juga akan dibarengi di market lain. Meski begitu, ada kemungkinan nama yang dibawa akan berbeda. Juru bicara LG berujar," Kami belum membuat keputusan final pada penamaan".

Rumor mengenai sekuel dari LG Optimus G telah merebak sejak tahun lalu. Disebut-sebut ia akan mengusung layar 5 inch dan software baru Android. Kim mendeskripsikan jagoannya itu merupakan jawaban atas iPhone 5, Samsung Galaxy S4 dan HTC One.

G2 diharapkan menjadi salah satu ponsel yang berjalan di atas Key Lime Pie. Key Lime Pie sendiri diyakini akan diumumkan pada konferensi developer tahunan Google I/O bulan depan.

(sha/sha)

Sultan Setuju UN Dihapus dan Sarankan Mendikbud Mundur


Yogyakarta - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini mengalami banyak masalah. Kondisi ini membuat banyak pihak meminta agar pelaksanaan UN dievaluasi kembali. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono termasuk yang menyetujuinya.

“Kalau itu kurang membawa manfaat, saya setuju dihapus saja. Tetapi itu kan kembali kepada keputusan pemerintah pusat,” kata Sultan di acara Milad ke 32 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta(UMY), di Kampus Terpadu UMY, Sabtu(20/4/2013).

Kebijakan UN, menurut Sultan, selama ini juga menunjukkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia tidak menunjukkan keberpihakan kepada guru. UN cenderung meninggalkan guru, padahal guru merupakan ujung tombak yang tahu dengan benar dan tepat situasi dan kondisi murid.

“Pendidikan kita terus dicecari oleh rezim UN yang menjauhkan kita dari watak jujur dan cerdas, selain relevansinya diragukan dalam meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.

Sultan menambahkan, Mahkamah Agung (MA) sebenarnya telah memutuskan bahwa UN baru bisa dilaksanakan setelah kualitas prasarana dan sarana pendukung pendidikan telah dipenuhi secara merata di seluruh Indonesia. Keputusan ini seolah tidak diindahkan oleh pemerintah sendiri. Sikap ini tentu menjadi preseden buruk pada sikap apatis dan tidak percaya pada hukum.

Terkait desakan agar Mendikbud M Nuh Mundur, Sultan juga setuju.

“Dengan peristiwa ini, merasa gak terjadi delegitimasi terhadap dirinya dan institusinya. Kalau terjadi delegitimasi ya lebih baik mundur,” ucapnya.

Tahun ini, pelaksanaan UN di 11 Provinsi di Indonesia harus ditunda dari jadwal semula karena lasan teknis percetakan yang belum selesai. 11 Provinsi yang tidak dapat melaksanakan UN sesuai jadwal diantaranya, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

(mad/mad)

Ketika Mendikbud Menjawab Pentingnya UN ke Siswi SMU Palangkaraya


Palangkaraya - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengikuti kunjungan silaturahmi Wakil Presiden Boediono ke SMA 1 Palangkaraya. Ada satu siswi yang mengutarakan kegelisahan lantaran khawatir menghadapi Ujian Nasional (UN).

"Katanya UN mau dibubarkan ya, Pak? Kita berjuang belajar selama tiga tahun, tapi ditentukan hanya dalam beberapa hari dalam UN," tanya siswi kelas XI SMA 2 Palangkaraya, Putri, di SMA 1 Palangkaraya, Jl AIS Nasution, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (20/4/2013).

Pertanyaan itu disampaikan setelah Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang membuka kesempatan bagi siswa untuk bertanya kepada Boediono atau M Nuh. Dari atas panggung, M Nuh menjawab.

"Kalau anak ditanya setuju nggak ada UN? Jawaban 90 persen pasti nggak setuju. Sama juga, ditanya setuju nggak ada ulangan? Pasti 90 persen nggak setuju. Maunya itu nggak pakai ulangan nggak pakai ujian, langsung lulus," jawab Nuh setengah berkelakar.

Lantas, mantan rektor ITS ini merujuk pada uraian Boediono sebelumnya, bahwa ujian negara itu sudah ada sejak zaman Nabi Konghucu, 2500 tahun lalu.

"Kata Pak Konfusius, nggak ada ceritanya sekolah nggak pakai ujian. Jadi, tetap pakai ujian," tegasnya.

Nuh menjelaskan, UN bukan satu-satunya komponen penentu kelulusan siswa. UN menempati 60 persen penentu. 40 persen sisanya adalah komponen penyelesaian program pendidikan, serta harus lulus ujian sekolah.

Nuh menasihati Putri agar tak perlu khawatir menghadapi UN, kelak. Nuh mengatakan, banyak permasalahan di kehidupan yang ditentukan hanya oleh sedikit bagian dari rangkaian perjuangan. Contohnya sepakbola, kemenangan bisa ditentukan di menit terakhir.

"Banyak perkara yang ketentuannya ditentukan dalam waktu hanya satu menit saja, bisa merubah smuanya. Persis seperti pertandingan sepak bola. Meski menang, menang, menang, tapi terakhir kena penalti, ya jadi selesai," ucapnya beranalogi.

(dnu/rvk)

Naskah UN SMP di Bali Diangkut Pesawat Hercules


Pesawat Hercules (dok detikcom)
Jakarta - Pesawat jenis hercules kembali digunakan untuk mengirim naskah Ujian Nasional (UN) SMP di Bali. Naskah untuk UN SMP ini tiba sekitar pukul 12.30 Wita pada hari ini. Naskah-naskah ini selanjutnya akan didistribusikan ke sejumlah daerah di Bali.

Sesampainya di Bali melalui Bandara Ngurah Rai, naskah-naskah tersebut kemudian diangkut menuju kampus Unud di Bukit, Jimbaran. Naskah selanjutnya akan dilakukan proses pengecekan mengenai kelengkapannya.

“Setelah bisa dipastikan kelengkapannya, maka naskah akan kami distribusikan ke masing-masing kabupaten dan kota di Bali pada hari minggu besok,” kata Koordinator Tim Kerja Pengawas UN Bali I Made Bakta, kepada wartawan Sabtu (20/4/2013).

Dibandingkan dengan pengiriman naskah untuk tingkat SMA/SMK, pengiriman naskah UN SMP ini lebih sederhana. Untuk itulah pengirimannya juga diperkirakan tidak terlalu rumit.

“Mudah-mudahan tidak ada masalah, untuk kepastiannya saat ini naskah masih kami verifikasi,” katanya.