Minggu, 27 Desember 2015

My Gallery


Nama Gambar

Nama Gambar

Nama Gambar

Sabtu, 19 Desember 2015

4 Perubahan yang Akan Kita Syukuri Pernah Dilakukan. Sebelum Bekerja, Menikah, dan Jadi Dewasa

Selalu ada hal yang harus dikorbankan setelah benar-benar jadi orang dewasa. Selepas jadi orang yang punya tanggung jawab dan pekerjaan yang harus dipertanggungjawabkan tiap harinya. Kebebasan dan kelapangan waktu untuk melakukan sesuatu yang disuka jadi salah satunya.
Namun tentu ada cara agar kebebasan dan kesempatan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Hipwee bareng Samsung Gear S2 mengumpulkan 4 perubahan yang bisa kamu lakoni, supaya tidak menyesal saat sudah bekerja dan menikah nanti.

1. Kamu akan bersyukur tidak menunda untuk mengabari. Memastikan orang-orang terdekat tetap merasa dihargai

Lauren_J_Photography-1
Ketika sedang merasa sibuk sekali kita sering menunda untuk membalas pesan dan sapaan dari orang-orang terdekat. Alasan takut kehabisan waktu, sampai ditunggu deadline jadi tameng yang membuat kita merasa sah melakukan hal ini. Padahal, sekadar membalas sapaan dan chat mereka adalah bentuk paling sederhana dari menghargai.
Kita akan bersyukur memutuskan untuk berjuang agar pesan dan semua sapaan mereka bisa dijawab segera lewat Samsung Gear S2 yang memudahkan unntuk melihat semua notifikasi. Sebab mereka ini yang akan tetap bertahan di akhir hari. Membuat kita tak pernah sepi.

2. Berani mengikuti kata hati membuat hidup berarti. Meski ini artinya sementara waktu mengesampingkan materi

tumblr_mgculbaFiU1rwohrko1_500
Tidak selamanya kita punya privilege untuk mencoba semua yang disuka. Sebut saja menggeluti hobi menulis atau bermusik sebagai pekerjaan. Atau mengambil break sementara dari pekerjaan kantoran untuk traveling ke tempat-tempat yang selama ini hanya dibayangkan.
Keberanian macam ini bagi sebagian orang mengerikan sekali. Sebab siapa yang bisa menjamin kemapanan materi? Namun kamu yang berani melakukannya akan bersyukur setelahnya. Paling tidak cara ini membuatmu merasa berarti sebagai manusia.

3. Patah hati, lalu berusaha menyembuhkannya dalam sepi. Karena sebenarnya patah hati memang harus dihadapi sendiri

Oregon-sunset-engagement-Catalina-Jean-Photography-Glamour-Grace-04-680x453
Memang lebih mudah untuk mengalihkan rasa patah hati dengan kehadiran orang baru. Dia yang sebenarnya tidak begitu kita cinta, tapi bisa membuat kita tidak kesepian sementara. Bagi beberapa orang inireboundnamanya. Atau lebih sederhana, sebenarnya ini bukti kita sedang sedikit pengecut saja.
Kita akan beryukur pernah berusaha menyembuhkan patah hati sendiri. Tidak membuka hati untuk orang baru sebelum lukanya mengering dengan sempurna. Karena sesungguhnya proses ini menjadikan kita jauh lebih dewasa setelahnya.

4. Keputusan mengubah gaya hidup dan pola makan akan kita syukuri. Sebab tubuh kita tidak selamanya semuda ini

beautiful-girl-inspiration-sea-Favim.com-900714
Nasi padang, cake, sampai bubble milk tea yang manis memang enak. Bergelung dalam selimut setiap akhir pekan, bermalas-malasan di sofa seperti kentang juga jelas membuat kita merasa senang. Namun lama kelamaan kebiasaan macam ini membuat tubuh kita menjerit di dalam sana. Sebab sesungguhnya tubuh ini tidak selamanya muda.
Keputusan untuk mengubah gaya hidup dan pola makan mulai saat ini akan kita syukuri nanti. Mulai mendisiplinkan diri untuk jogging sepulang kerja sambil mengaktifkan aplikasi S Health di Samsung Gear S2 membuat tubuh tidak lagi tersiksa. Kamu akan bisa menjalani aktivitas dengan lebih fit dan ceria nantinya.

Bagaimana menurutmu? Apakah perubahan ini layak dilakoni? Atau kamu merasa perubahan ini sepertinya berat sekali?

20150901_123555-582x327
Jangan khawatir dulu. Kamu nggak harus sendirian kok untuk melakoni perubahan ini. Samsung Gear S2 bersama Hipwee akan menemanimu. Bersama Samsung Gear S2 semua perubahan jelas lebih ringan dijalani. Sesederhana memutar bezel di pergelangan tangan, kamu sudah bisa menemukan berbagai kemudahan!
Sempatkan waktu di tanggal 18-20 Desember nanti untuk datang ke launching Samsung Gear S2 lho di Promenade Laguna, Central Park Jakarta demi langsung menyaksikan ke-awesome-annya.
Sudah siap untuk perubahan yang lebih baik di hidupmu?

Selasa, 08 Desember 2015

Mereka adalah sahabatmu

Mereka selalu peduli, selalu siap untuk menghibur kamu waktu kamu sedih. Mereka adalah alasan kamu tetap tegar, karena kamu merasa dicintai dengan tulus. Ya, mereka adalah sahabatmu.
Oleh: Paulus Risang.


Kamis, 03 Desember 2015

Minggu, 18 Oktober 2015

7 Pagi di SD Singakerta, Bali.

18 Oktober 2015. Desa Singakerta, Ubud. Jam 7:00 pagi waktu Bali, cuaca pada hari itu lumayan agak dingin, mungkin karna sejak dini hari daerah di sekitaran Ubud sudah di guyur hujan, cahaya matahari juga yang biasanya terlihat istimewa berwarna ke’emasan khas cahaya pagi hari sama sekali tidak terlihat.
Pagi itu saya memang sengaja bangun pagi karna ingin sekali bisa memotret anak-anak yang berjalan menuju sekolah mereka, dan saya agak kecewa ketika melihat cuaca kurang bersahabat karna habis di guyur hujan dan saat ini masih sedikit gerimis, terbayang dikepala saya pasti nanti susah untuk menemukan anak-anak sekolah kalo cuacanya seperti ini, belum lagi sekolah yang saya tuju sebenernya saya belum tau seperti apa? hanya berbekal bertanya dengan orang-orang disekitar tempat saya menginap, dan dari petunjuk mereka saya memutuskan ke SD 2 Singakerta, Ubud, Bali. Walaupun agak kecewa dengan cuaca, dan dalam perjalanan juga sempat bertanya-tanya dalam hati terusin nggakya, atau balik aja ke hotel dan lanjut tidur lagi. Untungnya saya tetap melangkah ke tujuan, karna sesampainya disana ternyata nggak butuh waktu lama buat menemukan apa yang saya cari. Satu persatu saya bisa melihat anak-anak itu berjalan atau bersepeda dengan riangnya menuju sekolah, dan sayapun mulai menyapa mereka dengan ramah, dan kemudian mulai memotret mereka.
3456

Usia Bukan Alasan Untuk Berhenti Belajar

Ilustrasi [Copyright @ Benny Sugiarto Eko Wardojo | sumber: http://www.pixoto.com/]
Ilustrasi [Copyright @ Benny Sugiarto Eko Wardojo | sumber: http://www.pixoto.com/%5D
Usia Bukan Alasan Untuk Berhenti Belajar
Seorang pria tua duduk di baris terdepan. Rambut dan janggutnya sudah sangat sempurna beruban. Dengan peci putih dan rompi biru yang menutupi baju koko, ia duduk bersila menatap menyimak seksama. Matanya tertuju ke layar LCD di depan sebelah kanan. Sesekali perhatiannya tertoleh ke kiri kepada pemateri. Ia nampak mencoretkan sejumlah keterangan di kertas catatan.
Namanya Mukhlisun. Pak Mukhlis, aku memanggilnya. Berasal dari Buton, ia terbang ke Purwakarta mengikuti pelatihan jurnalistik yang diadakan Khilafatul Muslimin, sebuah ormas Islam. Ia merupakan peserta pelatihan paling tua diantara lebih dari dua puluh orang yang datang dari penjuru nusantara.
Saat itu, ia mengaku telah berumur 58 tahun. Sebelum pensiun, ia pengajar bahasa Inggris di sebuah SMP swasta di kawasan Cijantung, Jakarta. Setelah purna tugas, ia kembali ke kampung halaman, membaktikan diri dalam dakwah di pulau penghasil aspal dan sekitar.
Di sela istirahat kegiatan pelatihan, ia banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya. Pengalaman memulai dakwah di lingkungan kerja, pengalaman menanamkan iman kepada murid-muridnya, pengalaman dikejar aparat polisi, dan segudang pengalaman lain yang ia ceritakan di serambi masjid Adh Dhuha, Purwakarta.
Saat menjadi guru SMP di sebuah Yayasan di Jakarta, ia sering ditegur pimpinan sekolah. Bukan karena suka keluyuran atau melanggar peraturan. Tetapi karena ia sering menyisipkan petuah-petuah agama di sela mengajar. “Kamu ini Sarjana Bahasa Inggris, guru bahasa Inggris, kenapa kamu ajarkan agama kepada murid-murid?” kata pak Mukhlis mengulang kata-kata pimpinan sekolah tempatnya bekerja dahulu.
“Saya pengajar pak. Tapi saya takut apa yang saya ajarkan justru akan membuat mereka jauh dari Allah. Saya memiliki tanggungjawab untuk mengajarkan mereka agama, sebuah ilmu dasar kehidupan,” katanya mengulang jawabannya saat itu kepada pimpinannya.
Berkat aktivitas dakwahnya di sekolah, pria lulusan Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Syarif Hidayatullah itu dipercayai mengelola mushola. Kesempatan yang tak ia sia-siakan. Ia kembangkan kegiatan kerohanian Islam di mushola itu. Karena para ustadz dan mubaligh yang diundangnya lintas ormas dan harakah, jamaah musholanya justru ramai. Dari ketekunan mengelola mushola itu pula, pak Mukhlis mampu bertamu ke tanah suci. Ia di-haji-kan Yayasan tempatnya bekerja.”Ibadah haji adalah keinginan besar yang saat itu saya pikir mustahil bisa saya tunaikan,” ucapnya mengenang.
Pengalaman getir saat berdakwah juga pernah ia alami saat kembali ke Buton, kampung halamannya. Ia mengaku pernah dikejar-kejar Densus 88 dan aparat intelijen. Gara-garanya diduga karena pak Mukhlis dianggap menyebarkan ajaran terorisme. Sebuah tuduhan yang tentu saja ditampiknya. Tuduhan itu berawal saat dakwah pak Mukhlis tentang pentingnya Khilafah di Buton meluas di tengah masyarakat. Info ini masuk dalam radar salah seorang pejabat pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) asal Buton. Diturunkanlah sejumlah intelijen untuk mengumpulkan informasi. Keluarga dan masyarakat Buton banyak ditanyai seputar keberadaan pak Mukhlis yang sering melakukan perjalanan. Rumahnya di Buton juga beberapa kali disambangi aparat intelijen. Namun sampai saat ini, ia tidak pernah ditangkap.
Pak Mukhlis mengaku memang sering melakukan perjalanan dari satu daerah ke daerah lain. Perjalanannya itu dalam rangka dakwah dan mencari ilmu. Dalam berdakwah ia sering mengunjungi pulau-pulau di sekitar Maluku dan Sulawesi. Sementara perjalanannya ke Jakarta dan wilayah Indonesia barat, biasanya dalam rangka mencari ilmu. Seluruh biaya dakwahnya ditanggung oleh Baitul Mal Khilafatul Muslimin. Dalam usia yang sudah sesepuh itu, aku mendapati keteladanan dari pak Mukhlis yang masih gigih mencari ilmu.
Kepadaku, ia mengaku senang ada anak muda yang memiliki ilmu dan pengalaman. Sebuah pujian yang berlebihan, bagiku. Ia mengaku sangat senang dengan pengetahuan-pengetahuan yang saya sampaikan. Sebaliknya, aku justru kagum kepada ghirah-nya. Ghirah seorang bapak tua yang biasanya tinggal menikmati kehangatan bersama keluarga namun masih semangat mencari ilmu. “Ilmu ini sangat bermanfaat untuk perjuangan dakwah saya ke depan,” katanya.
Selama setengah hari, aku memang diminta menjadi pemateri. Pemateri untuk menyampaikan sekilas pengetahun tentang jurnalistik. Sebuah pengetahuan mengenai dasar-dasar menulis jurnalistik di media. Pengetahuan yang kuperoleh sejak kuliah dan kupraktikkan hingga sekarang di sebuah media yang kami bangun bersama kawan-kawan. Dalam setahun terakhir, aku memang beberapa kali menjadi pemateri pelatihan jurnalistik di beberapa kota. Solo, Jakarta, Bandung, dan Bogor diantaranya. Impianku, aku bisa melakukannya di setiap kota di Indonesia. Setidaknya di setiap propinsi di Indonesia. Amin.
Satu pelajaran yang kupetik dari obrolanku dengan pak Mukhlis, tak ada kata terlambat dalam belajar karena belajar adalah proses yang baru terhenti setelah mati.


Udah pada tau belum acara kece tingkat NASIONAL yang sekali setahun di adain oleh jurusan FISIKA UNIVERSITAS ANDALAS?
Ini dia acara yang di tunggu tunggu oleh siswa siswi SMP dan SMA se INDONESIA "Physic Festival XVII" 
Ada berbagai macam lomba yaitu:

1. Lomba Fisika
2. Lomba Cerdas Tangkas Fisika
3. Selfie and groufie
4. Mading contest
5. Stop Motion
6. Seminar Nasional
7. Akustik

8. Ranking 1

Dan masih banyak rangkaian acara nya. Tentu nya bukan hanya untuk anak SMP dan SMA saja. Buat teman teman mahasiwa,bapak bapak,ibuk ibuk juga bisa join di acara kami ini.
Tunggu apa lagi? Yang masih penasaran sama rangkaian acara yang lain nya silahkan kunjungi
- website (www.himafiua.com)
- FB (physics festival unand)
- IG (physicsfestival17)
- Email (festival_physics@yahoo.com)
Buruan daftaaaar grin emotikon

Rabu, 19 Agustus 2015

Hut ke 70 RI Merah Putih Berkibar di Pasir Berbisik, Indro Tak Dapat Menahan Haru

Merah Putih Berkibar di Pasir Berbisik, Indro Tak Dapat Menahan Haru
Prosesi pengibaran bendera Merah Putih oleh para bikers dari Jawa Timur di hamparan Pasir Berbisik kawasan Bromo, Senin (17/8/2015). 
TRIBUNNEWS.COM, PROBOLINGGO - Bendera merah putih berkibar di hamparan Pasir Berbisik, Senin (17/8/2015).
Kecuali petugas pengibar bendera, prosesi pengibaran bendera kebanggaan Tanah Air seluruhnya dilakukan oleh para bikers dari Jawa Timur.
Untuk pengibar bendera merah putih dilakukan tiga orang pelajar SMA Negeri 3 Kota Probolinggo, Aris Hermawan, Alif Syaiful R, dan Hariyani Ayu P. Lainnya, termasuk pemimpin upacara, Somad, adalah para bikers.
Yang istimewa, di antara petugas upacara pengibaran bendera merah putih di hari Kemerdekaan ke-70 RI di Pasir Berbisik ini adalah Indrodjojo Kusumonegoro alias Indro ‘Warkop’ yang sering dijuluki The Legendary Bikers.Prosesi pengibaran bendera merah putih yang digelar Castrol dan diikuti sedikitnya 80 bikers dari seluruh Indonesia itu dimulai pukul 08.00. Para bikers yang sebelumnya sempat menikmati matahari terbit di Gunung Penanjakan ini berjajar rapi bersama para undangan lainnya.Seluruh rangkaian berlangsung singkat namun khidmat.Ketiga pelajar pengibar bendera pun berhasil melaksanakan tugasnya mengibarkan bendera dengan sempurna dengan iringan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan seluruh peserta upacara. Murid SMAN 3 Kota Probolinggo lainnya yang dipercaya menjadi dirigen yaitu Suge Virya. “Deg-degan. Tapi senang bisa menjalankan tugas dengan baik,” ujar Suge.
Indro ‘Warkop’ yang di upacara itu diberi tugas membacakan naskah Pancasila pun menyatakan terharu. “Terharu dan bersyukur karena saya diajak ikut gabung dalam upacara bendera bersama bikers dan banyak komunitas lain di sini,” ujarnya.
Kegiatan upacara bendera ini cukup menyolok lantaran digelar di tengah hamparan padang pasir di kelilingi pegunungan. Di kawasan upacara berdiri tenda raksasa yang digunakan untuk meletakkan aneka menu sarapan pagi peserta upacara.
Di sisi kiri tenda berderet mobil Toyota Hardtop yang digunakan peserta Castrol Power1 Legendary Tour ini menikmati matahari terbit di puncak Gunung Penanjakan. Sedang di sisi kanan terparkir rapi aneka motor milik bikers.
“Bromo kami pilih sebagai tempat kegiatan karena lokasinya yang relatif mudah dijangkau oleh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini,” tutur Fifi Henirawati, Presiden Director PT Castrol Indonesia.
Selain itu, lanjut Fifi, kawasan Gunung Bromo ini sudah sangat dikenal sehingga bisa mewakili ikon Indonesia. “Dan pelaksanaan upacara di kaldera ini buat siapa pun pasti akan jadi kepuasan dan membawa kenangan tersendiri,” imbuhnya.
Bagi Indro, ikut upacara pengibaran bendera bukan hal baru. Ketika masih aktif di Pramuka, ayah tiga anak ini pun selalu jadi komandan upacara. “Saya juga pernah ikut upacara pengibaran bendera di istana (negara),” ungkapnya.Namun, lanjut Indro, saat ikut kegiatan di lapangan terbuka dan dikelilingi pegunungan seperti ini Indro mengaku emosinya selalu terusik. “Suasana kedekatan dengan alam ini sering mengingatkan saya bahwa kita sering melupakan hubungan horisontal. Karena itu, jujur tadi saya jadi emosional banget. Saya bahkan nyaris tak bisa menahan tangis,” tegasnya.
Suasana heroisme di kawasan Gunung Bromo ini sebetulnya sudah muncul sejak dini hari. Di ketinggian 2770 meter diatas permukaan laut di Gunung Penanjakan, lagu Indonesia Raya bahkan sudah mengalun bersamaan dengan munculnya sang fajar di ufuk timur.
Entah siapa yang mulai, ratusan wisatawan yang memenuhi titik hot spot pemandangan matahari terbit itu secara bersamaan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tak hanya itu. mereka masih melanjutkan dengan beberapa lagu nasional lain macam 17 Agustus dan Maju Tak Gentar.
Legendary Tour
Prosesi pengibaran bendera di Pasir Berbisik itu menjadi puncak kegiatan Legendary Tour of Indonesia yang diadakan Castrol Power1.
Sehari sebelumnya (Minggu, 16/8/2015), dilakukan pengumuman pemenang kompetisi Video Touring di Amphytheatre Hotel Jiwa Jawa.
Dari 800 video hasil rekaman perjalanan para bikers, disaring 70 karya terbaik. Dari jumlah itu, 10 orang diantaranya diundang dalam prosesi di Gunung Bromo tersebut dan enam diantaranya dinyatakan sebagai pemenang.Dari enam orang pemenang, tiga diantaranya mendapat hadiah spesial dari Kementerian Pariwisata. Sutiknyo, bikers asal Pati Jawa Tengah dinobatkan sebagai Juara Pertama dan berhak mendapat hadiah liburan ke Raja Ampat Papua.
“Ini buah dari pengembaraan selama tiga bulan di Indonesia Timur,” cetus Sutiknyo.
Mantan teknisi di sebuah perusahaan penerbangan ini mengaku video yang diikutkan dalam lomba itu adalah perjalanan yang dilakukan pada Mei 2014.
Sutiknyo mengendarai Honda Vario dari Surabaya menelusuri rut eke Bali, dan Sumbawa, Flores. “Saat hendak meneruskan perjalanan menyeberang ke Timor Leste, saya ada masalah dengan izin imigrasi jadi saya tak bisa bawa motor ke sana (Timor Leste),” bebernya.
Untuk menuntaskan obsesinya menaklukkan alam Indonesia Timur itu Sutiknyo harus merogoh koceknya sebesar Rp 24 juta. “Saya bersyukur karena selama perjalanan banyak teman yang membantu, termasuk teman-teman komunitas bikers yang selalu memonitor perjalanan saya,” katanya.
Selain untuk bahan bakar, Sutiknyo juga mengeluarkan uang untuk sejumlah komponen kendaraan yang ditungganginya. Selain ganti ban, yang cukup parah adalah saat shockbreaker motornya patah.“Itu terjadi di Kupang. Susah sekali mendapatkan ganti shockbreaker di sana. Untung akhirnya bisa saya peroleh setelah bertanya beberapa kali,” cetus pria yang kini aktif ngeblog dan penulis di beberapa website ini. (SURYA/Ahmad Pramudito)

bay: http://www.tribunnews.com/seleb/2015/08/18/merah-putih-berkibar-di-pasir-berbisik-indro-tak-dapat-menahan-haru?page=5

HUT ke 70 RI Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah: Merdeka Masih Sekedar Slogan


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi
asukan Paskibraka bertugas menaikan Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi HUT ke-70 RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2015). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski kemerdekaan Indonesia sudah masuk usia 70 tahun, belum sepenuhnya kemerdekaan tersebut dirasakan oleh masyarakat. Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Beni Parmula menilai merdeka masih sekedar slogan belaka.

Beni mengatakan, meski selama ini banyak pihak mengatakan Indonesia sudah merdeka dari penjajahan, hal tersebut belum benar-benar dirasakan masyarakat. Saat ini Indonesia memang tidak lagi dijajah oleh kolonial tetapi oleh bentuk baru yang diam-diam menggerogoti habis relung bangsa.

"Bangsa Indonesia telah lepas bebas dari penjajahan asing, pemerintah Indonesia berdaulat penuh, dan rakyatnya hidup dalam kesejahteraan. Namun, slogan-slogan tersebut tetap saja tidak mampu menutupi kondisi negara dan bangsa Indonesia yang sesungguhnya," ujar Beni melalui keterangan persnya, Selasa (18/8/2015).

Beni mengatakan, kenyataannya, negara dan bangsa Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Negara dengan kekayaan alam yang sangat melimpah, namun nyaris semuanya dikelola oleh pihak asing, utamanya adalah sumber-sumber energi dan mineral. Sementara sebagian besar rakyat hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan.

Kondisi tersebut dapat terjadi disebabakan oleh beberapa hal. Namun secara garis besar, kondisi kehidupan bangsa yang masih memprihatinkan tersebut penyebab utamanya adalah ketidak-amanahan para pengelola dan penyelenggara negara, baik dari tingkat pusat hingga menjalar ke tingkat yang bawah.

"Kepemimpinan yang lemah terhadap tekanan asing, korupsi yang membudaya. Keadaan tersebut menjadikan Indonesia lahan subur bagi praktik-praktik mafia yang menggerogoti nyaris di segala bidang kehidupan," ujar Beni.
IMM sebagai garda terdepan pemuda berharap pemerintah benar-benar melakukan perubahan. Bukan hanya soal wacana dan rencana, tetapi aksi nyata untuk bisa mengentaskan persoalan bangsa. 

Tim Sadewa Paskibraka Bertugas Kibarkan Merah-Putih,HUT ke 70 RI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Sadewa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pagi ini yang bertugas mengibarkan bendera Merah-Putih di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2015).
Sesuai data yang diterima Tribunnews.com, Komandan Kelompok Tim Sadewa yaitu Amal Aksan dari Kalimantan Tengah. Ia memimpin 17 anggota Paskibraka.
Kemudian, Muhammad Razak dari Sulawesi Tengah bertugas sebagai Komandan Kelompok yang membawahi delapan anggotaPaskibraka.
Bagian krusial, yaitu pengerek bendera yakni Bren Vincen Powerpelle atau dipanggil Ian dari Papua. Kemudian pembentang bendera yaitu Zainal Aziz atau Izen dari Sumatra Barat dan si pembawa baki yaitu Maria Felicia Gunawan dari Banten.
Komandan Upacara dalam peringatan HUT Ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dipimpin oleh Kolonel Marinir Umar Farouq. Sementar Komandan Paskibra yaitu Kasiops Sat I Gegana Brimob, AKP Arhur Sameaputty
Hingga kini, para pengibar bendera tengah memasang bendera Merah-Putih. Seluruh tamu undangan yang hadir bangkit berdiri sebagai bentuk penghormatan terhadap sangsaka Merah-Putih.

Senin, 13 April 2015

Ujian UN Brbasis Online

 Ujian Nasional Computer Based Test Online pun digelar di SMA Negeri 1 Surabaya hari ini. Meski tak sepenuhnya program UN CBT ini menggunakan sistem Online, namun konsep naskar ujian yang diunduh dan dikerjakan diperangkat komputer secara serentak diseluruh Indonesia cukup membuat Kemendikbud menamai sistem ujian ini dengan Online.
Di SMA Negeri 1 surabaya, Ujian Nasional online ini dibagi menjadi 3 shift. Ini karena perangkat komputer dan sistem pengawasan yang berbeda dari sistem Online ini. Meski UN tidak lagi menjadi standar baku kelulusan di sekolah sekolah, namun, nilai yang didapat tetap menjadi bahan pertimbangan untuk masuk di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta terkenal, papar wakil kepala sekolah kurikulum SMA Negeri 1 Surabaya, Bapak Ari SUprapto, S.Pd, MM.  


Kamis, 22 Januari 2015

Hei Kamu yang Sedang Berjuang di Perantauan: Jangan Menyerah, Pantang Pulang Sebelum Meraih Kesuksesan!

keluarga yang membuatmu enggan merantau
Kamu yang sedang merantau tentu setuju dengan kutipan di atas. Ya, momen perjalanan atau kesempatan menjelajah tempat-tempat baru memang menempa pribadimu. Berbagai pengalaman dan pelajaran bisa didapat saat kamu berani meninggalkan kampung halaman, pergi merantau ke kota lain atau negeri orang.
Merantau untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan bukanlah perkara sederhana. Banyak hal yang harus dipikirkan matang-matang sebelum akhirnya mantap memilih pergi. Di perantauan, berbagai tantangan pun sudah menanti untuk dihadapi. Dan keputusan inilah yang bisa jadi mengubah arah hidupmu. Membuat berbagai perubahan di setiap sisi kehidupanmu.
Tapi, adakah yang harus ditakutkan dari sebuah perubahan? Adakah yang perlu dirisaukan ketika kamu meninggalkan zona nyaman demi menjemput kesuksesan? Berbahagialah kalian yang pernah atau sedang berjuang di perantauan – kalian yang enggan menikmati hidup dalam kesia-siaan!
 Selama ini, keluarga di rumah dan orangtua selalu membuatmu merasa cukup. Tapi hidup adalah perjalanan untuk menjadi lebih dari cukup.
keluarga yang membuatmu enggan merantau
keluarga yang membuatmu enggan merantau via angiesondakhmassaid.blogspot.com
Rumah dan kampung halaman adalah tempatmu tumbuh dan dibesarkan. Setiap sudut rumah dan kota tempatmu tinggal menyimpan kenangan yang tak mudah dilupakan. Enggan rasanya untuk meninggalkan teman, keluarga, dan segala romansa bersama kota tercinta. Selain itu, tinggal di rumah dengan pendampingan kedua orang tua membuatmu tak pernah merasa kekurangan. Segala kebutuhan dan berbagai fasilitas sudah baik-baik mereka sediakan.
Tapi, sampai kapan kamu bisa menikmati hidup yang seperti ini? Ketika segala kebutuhan sudah tercukupi, lalu merasa puas dan enggan menempa diri sendiri? Bukankah sebagai manusia dewasa kamu layak diuji dan mengembangkan diri? Menjalani hidup yang itu-itu saja dan malas pergi kemana-mana justru menjadikan kamu mentok. Tanpa sadar, kamu pun melewatkan berbagai kesempatan yang tak akan kamu tahu kapan akan datang lagi.


sumber : http://www.hipwee.com/motivasi/hei-kamu-yang-sedang-berjuang-di-perantauan-jangan-menyerah-pantang-pulang-sebelum-meraih-kesuksesan/

Rabu, 21 Januari 2015

cara menghilangkan rasa ngantuk secara alami tanpa obat-obatan


mengatasi rasa kantuk secara alami

Kurang tidur seringkali dijadikan alasan mengantuk saat jam kerja. Tak sedikit dari Anda mencoba mengatasinya dengan secangkir kopi atau menenggak minuman penambah energi. Tetapi, tanpa disadari, minuman itu justru membuat Anda ketergantungan. penyebabnya mungkin tidak hanya satu hal kita harus memahami kenapa kita mengantuk baca pahami rasa kantuk dan segera atasi Minuman berkafein memang dapat mencegah rasa kantuk. Namun Anda patut mewaspadai efek sampingnya, mulai dari memangkas waktu tidur, mengganggu siklus dan menurunkan kualitas tidur Anda. Lalu, bagaimana caranya agar Anda bisa tetap "melek" secara alami? Ada baiknya Anda mencoba 12 cara berikut ini :

1. memberi kesempatan istirahat pada mata

 jika terlalu sering berhadapan dengan layar akan membuat mata kita sedikit kelelahan dan kurang sehat, sediakan waktu beberapa saat untuk kembali merefresh mata kita..

 2. Bangun dari tempat duduk dan berjalan-jalan sejenak 

Dalam sebuah studi populer, Robert Thayer PhD, seorang profesor di California State University, Long Beach, mempelajari apakah orang-orang lebih bersemangat dengan makan permen atau berjalan-jalan cepat 10 menit. Meskipun mengunyah permen meningkatkan energi, satu jam kemudian tubuh akan kembali lelah. Sementara berjalan selama 10 menit meningkatkan energi hingga dua jam ke depan. Itu karena saat berjalan, oksigen dipompa melalui pembuluh darah Anda ke otak dan otot. Jika Anda bekerja di meja, sering-seringlah untuk berjalan-jalan sebentar. Baik di luar gedung saat jam makan siang atau di gedung tempat Anda bekerja, akan membuat Anda merasa lebih waspada dan segar.

 3. memilih cemilan yang sehat 

Cemilan sehat adalah cemian yang mampu meningkatkan energi lebih lama, seperti: 
     1. Kacang mentega pada kerupuk gandum atau batang seledri 
     2. Yogurt dan segenggam kacang-kacangan atau buah segar 
     3. Baby carrots dengan saus krim keju rendah lemak.

 4. Buatlah ruang kerja anda lebih terang 

jika pencahayaan kurang itu akan membuat tubuh kita lebih lelah, beda halnya jika terang. penelitian menunjukan menunjukkan cahaya terang dapat mengurangi kantuk dan meningkatkan kewaspadaan. saya kira secara akalpun begitu  

 5. Menepilah saat mengantuk ketika mengemudi "Mengemudi sambil mengantuk sama    bahayanya dengan mengemudi di bawah pengaruh alkohol," kata Siebern. Triknya,              Anda dapat membuka jendela dan menyalakan musik keras. "Gantikan posisi anda              yang mengemudi dengan orang lain atau menepilah dan tidur hingga kantuknya                    hilang," kata Siebern. jika anda dua orang, maka bergantianlah mengemudi, intinya              istirahatkan tubuh anda, bagusnya sih 2 jam sekali 

  6. Tarik nafas yang dalam hingga terasa

 Menarik nafas yang dalam dapat meningkatkan kadar oksigen darah dalam tubuh. Hal ini memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi, yang pada akhirnya membantu kinerja mental dan energi. Ide dari latihan pernafasan adalah untuk menghirup udara ke perut, bukan dada. Anda dapat melakukannya di meja Anda. Duduk tegak, cobalah latihan ini sampai 10 kali : * Dengan satu tangan di perut Anda tepat di bawah tulang rusuk dan yang lainnya di dada Anda, tarik napas dalam melalui hidung Anda dan biarkan perut Anda mendorong tangan Anda keluar. Dada Anda tidak boleh bergerak. * Tarik napas melalui bibir seolah-olah Anda bersiul. Anda dapat menggunakan tangan di perut Anda untuk membantu mendorong udara keluar. Teknik lain disebut merangsang napas, digunakan dalam yoga untuk meningkatkan energi dan meningkatkan kewaspadaan. Caranya : Tarik dan hembuskan napas secara cepat cepat melalui hidung. Mulut Anda tetap tertutup tapi santai. Lakukan teknik napas ini dengan tempo singkat, yakni tiga kali dari setiap siklus dalam satu detik. Lalu setelahnya, bernapaslah dengan normal. Anda dapat melakukannya sampai 15 detik untuk pertama kali dan untuk berikutnya tambahkan lima detik setiap kali melakukannya hingga mencapai satu menit. 

7. Alihkan tugas untuk stimulasikan pikiran Pada 2004, peneliti Finlandia mempelajari orang-orang yang bekerja shift malam (jam 12). Mereka menemukan bahwa pekerjaan monoton sama berbahayanya karena mengurangi waktu tidur dan menurunkan kewaspadaan. Cobalah melakukan tugas yang berbeda di rumah atau di tempat kerja saat mengantuk. Atau beralih ke tugas lain yang lebih menarik ketika Anda merasa mengantuk.

 8. Udara siang mengatur siklus tidur

 Cobalah untuk menghabiskan setidaknya 30 menit sehari di bawah sinar matahari alami. (Bagi penderita insomnia, para ahli merekomendasikan untuk tidur pada jam matahari pagi bersinar). Berjalanlah keluar untuk menghirup udara segar sekaligus memulihkan kembali indera Anda. 

9. Minum air Dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan. Pastikan Anda minum banyak air dan makan makanan yang mengandung kadar air tinggi seperti buah dan sayuran. 

10. Olahraga

 Hasil analisis 70 penelitian pada 2006 yang melibatkan lebih dari 6.800 orang, para ahli dari Universitas Georgia menemukan, olahraga lebih efektif meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan di siang hari daripada mengonsumsi obat. Olahraga teratur juga meningkatkan kualitas tidur. Cobalah berolahraga selama 30 menit sehari. Jika Anda memutuskan berlatih keras dalam beberapa hari, kemungkinan tingkat energi Anda akan menurun dan baru pulih dalam beberapa jam kemudian. Konsumsilah makanan yang mengandung protein dan karbohidrat dalam waktu dua jam setelah latihan berat untuk mengganti hilangnya energi di awal latihan. Pastikan untuk menyelesaikan latihan beberapa jam sebelum waktu tidur sehingga Anda mengantuk saat mencoba tidur.

 11. Tidur siang sejenak hilangkan kantuk 

Menurut Barry Krakow, MD, penulis Sound Sleep, Sound Mind: Seven Keys to Sleeping Through the Night, ada dua hal yang perlu diingat tentang tidur siang: Jangan tidur siang lebih dari sekali, atau mendekati waktu tidur Anda. "Tidurlah antara 5 sampai 25 menit," kata Barry. Waktu tidur siang sebaiknya enam atau tujuh jam sebelum Anda biasa akan pergi tidur. Jika Anda ingin istirahat hampir saat jam tidur, istirahatlah lebih pendek. Jika Anda perlu tidur siang di tempat kerja, lebih baik jangan tidur di meja. Beberapa perusahaan menyediakan kamar tidur bagi karyawan. Atau anda dapat melatih selama liburan dengan jam alarm untuk memastikan anda bangun tepat waktu. "Jika Anda tidak dapat tidur, beristirahatlah dengan menutup mata selama 10 menit atau lebih," kata Allison T. Siebern, PhD, dari Stanford University Sleep Medicine Center di Redwood City, California.

 12. Ngobrol dengan rekan kerja 

Jika Anda tidak konsentrasi, ngobrolah untuk membuat pikiran anda rileks sejenak. "Bicaralah dengan rekan kerja tentang bisnis, politik, atau agama. Ini akan menjadi perangsang yang kuat terutama pembicaraan tentang politik," kata Krakow, Direktur Medis dari Maimonides Seni Tidur dan Ilmu Pengetahuan, Ltd di Albuquerque. Kapan perlu ke dokter? Jika Anda tak bisa berhenti mengantuk, waspadalah! Konsultasikan dengan dokter atau spesialis tidur. Mungkin Anda memiliki gangguan tidur seperti kantuk berlebihan atau narkolepsi. Jika Anda sulit tidur karena stres atau alasan lain, terapi perilaku kognitif dapat membantu mengembangkan kebiasaan tidur yang baik dan mengurangi kecemasan tidur.
Source: http://www.akromadabi.com/2013/09/cara-menghilangkan-rasa-ngantuk-secara.html

Sejarah = Cerita Nyai Roro Kidul jadi istri spiritual Paku Buwono I-IX

Cerita Nyai Roro Kidul jadi istri spiritual Paku Buwono I-IX
Merdeka.com - Kanjeng Ratu Kidul atau Keraton Kasunana Surakarta menyebutnya sebagai Kanjeng Ratu Ayu Kencono Sari adalah tokoh legenda yang sangat populer di kalangan masyarakat pulau Jawa. Menurut mitos yang ada, Kanjeng Ratu Kidul memiliki kuasa atas ombak keras samudra Hindia dari istananya yang terletak di jantung samudera.

Legenda Jawa dari abad ke-16 menyatakan Kanjeng Ratu Kidul merupakan pelindung dan pasangan spiritual Panembahan Senapati sebagai pendiri Kerajaan Mataram, maupun keturunannya, baik di Keraton Surakarta (Solo) maupun Yogyakarta. Kedudukannya berhubungan dengan Merapi-Keraton-Laut Selatan yang berpusat di Keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Mengenai legenda Kanjeng Ratu Kidul, Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran (KP) Winarno Kusuma menceritakan, pada awalnya pangeran Panembahan Senopati berkeinginan untuk mendirikan sebuah kerajaan baru, yaitu Kesultanan Mataram, untuk melawan kekuasaan Kesultanan Pajang.

"Kalau menurut sejarahnya, saat itu Panembahan Senopati melakukan tapa di pantai Parang Kusumo atau Pantai Selatan, yang terletak di selatan kediamannya di Kota Gede Yogyakarta. Dalam pertapaannya terjadi fenomena supernatural yang mengganggu kerajaan di Laut Selatan. Sang Ratu sebagai penguasa laut selatan datang untuk melihat siapa yang menyebabkan gangguan di kerajaannya. Saat melihat pangeran yang tampan, ia jatuh cinta dan meminta Panembahan Senopati untuk menghentikan tapanya. Sebagai gantinya, ia bersedia membantu mendirikan kerajaan yang baru," ujar pria yang akrab disapa Kanjeng Win tersebut.

Menurut Kanjeng Win sejak saat itu sang Ratu dilamar oleh Panembahan Senopati untuk menjadi pasangan spiritualnya serta menjadi pelindung spiritual bagi kerajaan. Bahkan nantinya sang Ratu juga akan menjadi pasangan spiritual semua Raja keturunan Mataram.

"Kalau di Keraton Surakarta Kanjeng Ratu menjadi istri Raja Paku Buwono(PB) I sampa IX. Mulai PB X sudah tidak lagi," imbuhnya.

Kanjeng Win mengisahkan, mulai PB X Kanjeng Ratu Kidul sudah tidak lagi menjadi istri raja.

"Saat itu PB IX mau bertapa di panggung Sangga Buwana (bagunan berbentuk seperti menara, di dalam Keraton, yang digunakan Raja bertemu dengan Ratu Kidul), tapi calon putra mahkotanya yang berumur 3 tahun ikut. Saat pertemuan raja dan Ratu Kidul, tiba-tiba putra raja hendak terjatuh. Namun bisa diselamatkan oleh Ratu Kidul. Saat menyelamatkan tersebut, ratu memanggil anak tersebut dengan sebutan 'anakku'. Sejak itulah anak tersebut benar-benar dianggap sebagai anak sendiri oleh Ratu Kidul dan dijadikan putra mahkota di keraton," beber kanjeng Win.

Kanjeng Win mengemukakan, sejak peristiwa tersebut, Ratu Kidul sudah tidak menjadi istri spiritual Raja Surakarta lagi. Saat anak tersebut diangkat menjadi raja PB X, ia menjadi raja yang berjaya di nusantara. Dari PB X hingga PB XIII saat ini mitos Ratu Kidul sebagai istri spiritual Raja Surakarta semakin menghilang. Namun, lanjut kanjeng Win, Kanjeng Ratu Kidul masih sering hadir dalam momen-momen tertentu.

"Percaya atau tidak percaya silakan, beliau itu pasti rawuh (hadir) setiap ada ritual yang menggunakan sajian tari sakral 'Bedaya Ketawang'. Dalam tarian tersebut ada 9 penari, salah satu pasti akan menyatu, didatangi Kanjeng Ratu. Akan terlihat auranya, tariannya juga pasti beda dengan penari yang lain. Lebih lembut, lemas dan luwes, dan sangat menjiwai. Karena tarian itu konon diciptakan sendiri oleh Kanjeng Ratu Kidul," ungkapnya.

Menurut kepercayaan di kalangan keraton, tari Tari Bedaya Ketawang digelar setiap tahun, yang dipercaya sebagai persembahan kepada Kanjeng Ratu Kidul. Tarian tersebut hanya digunakan dalam upacara ritual Tingalan Dalem Jumenengan yang diselenggarakan keraton kasunanan Surakarta Hadiningrat, merupakan sebuah upacara ritual adat istiadat keraton untuk memperingati hari ulang tahun penobatan kenaikan Tahta Susuhunan Paku Buwono yang diadakan setahun sekali.

Upacara ini diselenggarakan di pendapa Agung Sasana Sewaka yang dihadiri oleh semua abdi dalem dan sentana dalem serta beberapa tamu undangan. Upacara Tingalan Dalem Jumenengan merupakan upacara adat yang sangat disakralkan yang diyakini memiliki makna penting oleh kerajaan yang masih mempunyai garis darah dengan dinasti Mataram.

Dalam prosesi upacara inilah tarian Bedaya Ketawang ditampilkan seusai prosesi Tingalan Dalem Jumenengan selesai. Tarian jawa klasik ini diperagakan oleh 9 penari putri yang belum menikah atau yang masih perawan.

Tarian Bedhaya Ketawang adalah sebuah tarian 'mistik' yang menggambarkan tentang cinta kasih atau hubungan batin antara raja-raja dinasti Mataram dan penerusnya dengan penguasa laut selatan atau yang lebih dikenal dengan Kanjeng Ratu Kidul. Namun ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa tarian Bedhaya Ketawang adalah tarian yang mengisahkan siklus kehidupan manusia dari lahir, hidup, mati hingga alam keabadian.