Kamis, 23 Januari 2014

Rosell Mundur dengan Bangga

Anadolu Agency/Anadolu Agency
Barcelona - Meski harus meletakkan jabatan sebelum masanya, mantan presiden Barcelona Sandro Rosell tetap bangga dengan capaiannya selama ini. Tak hanya di sepakbola, tapi juga di sektor olahraga lain.

Rosell mengundurkan diri setelah kasus transfer Neymar mencuat dan ramai dibahas publik. Pengusaha asli Catalan itu diduga merahasiakan nilai transfer sebenarnya untuk mendatangkan sang bintang Brasil.

Tak mau mencoreng nama klub atau membuat citra klub jadi negatif, Rosell pun meletakkan jabatan, selain agar proses penyelidikan lebih mudah. Tugasnya kini diteruskan oleh Josep Maria Bartomeu, yang sebelumnya menjabat wakil presiden.

Sejak memimpin dari 2010, Rosell mengantarkan Barca meraih kesuksesan dengan merengkuh satu titel Liga Champions, satu Piala Dunia Antar Klub, dua liga, satu Copa del Rey, satu Piala Super Eropa, dan tiga Piala Super Spanyol.

Belum lagi jika menghitung trofi dari sektor olahraga lain Barcelona seperti basket (11 titel domestik), hoki (6 titel domestik), dan futsal (10 titel domestik, 1 eropa). Raihan-raihan ini membuat Rosell tetap bangga meski tak mampu menuntaskan masa jabatan.

"Selama empat tahun ini, kami telah menikmati kesenangan dan juga menderita karena kami adalah Barcelonistas, sebanyak yang dinikmati dan diderita oleh generasi Blaugranaselama lebih dari satu abad," katanya seperti dikutip Guardian.

"Di seluruh tahun-tahun ini, kami telah melihat bahwa kesuksesan kami adalah hasil dari kejayaan kami di lapangan dan mengatasi rintangan yang ada di luar lapangan: politik, hal eksternal, dan yang lebih buruk, beberapa kali tekanan datang justru dari lingkungan kami sendiri," lanjutnya.

"Adalah sebuah kebanggaan bisa melayani Barcelonistas. Adalah sebuah kehormatan untuk bisa menjadi presiden dari FC Barcelona," ungkap pria 49 tahun ini.

: AZAB BAGI KAUM WANITA DI NERAKA ::.

(Tolong ingatkan kepada semua kaum HAWA yang Anda kenal)

Saudara dan saudari kaum Muslimin dan Muslimat, renungan khususnya untuk para wanita.(HAWA) Sayidina Ali R.A menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis mankala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw, mengapa beliau menangis.
Beliau menjawab, "Pada malam aku di isra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya." Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

Rasulullah saw menjawab "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kala jengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.

Aku lihat perempuan yang rupanya seperti (maaf) anj**g, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan, "Mengapa mereka disiksa seperti itu?"

*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang digantung (maaf) p*y*d*r* adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan
perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena dia meninggalkan solat dan tidak mahu mandi junub.

Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjingialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."

Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

Sekarang Anda mempunyai dua pilihan:

1. Biarkan info ini tetap dalam page/grup ini.
2. Share info ini ke sejumlah orang yang Anda kenal dan Insya Allah ridha
Allah akan anugerahkan kepada setiap orang yang Anda kirim.

*GAMBAR HANYA ILUSTRASI



Pernikahan "RUSMIYANTI, Amd.Kep & DEDI KURNIAWAN, S.Pd"






بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْــــمِ
Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh...

         Maha suci Allah yang telah menciptakan MaKhluk-Nya berpasang-pasangan. Dengan penuh rasa syukur, dan memohon ridho Allah Swt, maka tanpa mengurangi rasa hormat, melalui media ini kami mengundang Bapak/Ibu, Saudara/I, sahabat, adik untuk dapat menghadiri acara resepsi pernikahan kami:

"RUSMIYANTI, Amd.Kep & DEDI KURNIAWAN, S.Pd"

Akad Nikah

Hari/Tgl: Jum'at, 24 Januari 2014 
Pukul : 09.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Kediaman Mempelai Wanita
Dsn. Campur Sari RT 02 RW 01
Ds. Marsawa, Kec.Sentajo Raya, Kab.Kuansing, Pekanbaru - Riau
( Belakang SMAN 2 Marsawa )

Resepsi Pernikahan

Hari/Tgl: Minggu, 26 Januari 2014
Pukul。 : 11.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Kediaman Mempelai Wanita
Dsn. Campur Sari RT 02 RW 01
Ds. Marsawa, Kec.Sentajo Raya, Kab.Kuansing, Pekanbaru - Riau
( Belakang SMAN 2 Marsawa )

        Merupakan suatu kehormatan dan kebahagian bagi kami apabila Bapak/Ibu, Saudara/I, sahabat, adik berkenan hadir dan memberikan doa restu.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Rabu, 22 Januari 2014

Wisuda nya shinta

"Selamat wisuda kawan, Semoga ilmu-ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah bisa teraktualisasikan di kehidupan nyata dan bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya. Semoga bisa menjadi insan akademis, pengabdi, pencipta yang diridhai Allah SWT serta teladan bagi seluruh masyarakat. Sukses selalu kawanku." "Tiada yang lebih indah selain kata-kata syukur alhamdulilah. Semoga apa yang kau dapat hari ini bisa menjadi yang terbaik di masa depan. Selamat berjuang mengamalkan ilmu di masyarakat, sukses dan jaya selalu sahabatku." 

Minggu, 19 Januari 2014

Tantangan Dunia Pendidikan di Indonesia

oleh Anies Baswedan
Hak untuk mendapatkan pendidikan termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang mewajibkan pemerintah menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi warga negara. Ketetapan itu menjadi prioritas kedua setelah mandat untuk mensejahterakan rakyat. Menunjukkan betapa pentingnya pendidikan bagi negeri ini.
Namun, jarang sekali terdengar perdebatan yang membahas isu-isu mendasar mengenai pendidikan, seperti pemberantasan korupsi di sektor ini, peningkatkan kualitas guru dan upah mereka, serta penerapan sistem akreditasi yang lebih baik. Perdebatan yang ada lebih sering membahas isu-isu yang seharusnya sudah rampung sejak dua atau tiga dekade lalu, seperti apakah murid perlu mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) atau apakah mereka perlu diajari sains dan matematika sejak sekolah dasar. Nampaknya para pembuat kebijakan di sektor pendidikan selalu memiliki prioritas yang salah.
Dokumentasi Anies Baswedan
Anies Baswedan, tokoh pendidikan dan rektor Universitas Paramadina.
Namun, menentukan prioritas sepertinya bukan keahlian yang dimiliki birokrasi negara ini. Baru belakangan pemerintah memutuskan meningkatkan anggaran sektor pendidikan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji menaikkan anggaran pendidikan sebesar 7,5% untuk tahun 2014. Bahkan setelah kenaikan tersebut, sektor pendidikan masih harus bersaing dengan sektor lainnya untuk mendapat alokasi anggaran yang lebih besar. Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pekerjaan Umum memperoleh anggaran yang lebih besar dibandingkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang berada di peringkat tiga.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, pemerintah menghabiskan dana yang besar untuk pendidikan agama di hampir 4.000 madrasah negeri di seluruh Indonesia. Dari total Rp 41,7 triliun rupiah yang dianggarkan untuk Kementerian Agama pada tahun 2012, sekitar Rp 31,5 triliun dialokasikan untuk pendidikan agama di bawah divisi Pendidikan Islam di kementerian tersebut. Sementara, pemerintah mengalokasikan Rp 66 triliun untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Presiden SBY telah berjanji untuk meningkatkan anggaran bagi pendidikan. Namun, dengan mewabahnya korupsi di Indonesia, janji ‘pendidikan berkualitas untuk semua’ terdengar kosong bagi banyak warga miskin yang bergantung pada pemerintah terkait pembiayaan sekolah.
Pendidikan masih menjadi sektor paling korup di Indonesia. Berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW) 2011, kasus suap terbanyak berasal dari sektor pendidikan. Dari 436 kasus yang ditangani penegak hukum, 54 kasus, atau 12,4%, berhubungan dengan korupsi di sektor pendidikan.
Dari survei tersebut, ICW menemukan tingkat korupsi semakin parah seiring dengan meningkatnya anggaran pendidikan. Semakin besar anggaran, semakin besar angka korupsinya.
Yang paling menyedihkan dari kasus korupsi ini adalah, sebagian besar uang yang dicuri dialokasikan untuk warga miskin. Ini mencakup anggaran untuk dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan dana bantuan sosial yang ditujukan untuk membangun gedung sekolah di wilayah-wilayah miskin dan terpencil di Indonesia.
Orang berada mampu mengabaikan masalah ini. Anak-anak dari keluarga kaya bisa menikmati sekolah swasta atau sekolah berstandar internasional, dengan kualitas pendidikan yang setara dengan sekolah-sekolah Singapura atau Shanghai. Anak-anak dari keluarga miskin tidak memiliki pilihan lain. Mereka seringkali harus berjalan jauh ke sekolah yang terkadang atap bangunannya sudah rubuh; guru matematika mereka sering tidak dapat mengajar karena terpaksa mengambil kerja sambilan; atau lembaran ujian mereka gagal terkirim karena tersangkut di bandar udara seringkali karena akal-akalan oknum korup atau petugas dinas pendidikan yang tidak kompeten.
Sangat disayangkan bahwa masalah-masalah yang menjangkiti sistem pendidikan muncul ketika Indonesia berharap untuk memanfaatkan apa yang disebut sebagaidemographic dividend. Hampir 60 persen jumlah penduduk Indonesia berada di bawah usia 40 tahun. Yang menjadikannya sebagai salah satu negara dengan profil demografi termuda di dunia. Dengan membengkaknya jumlah kaum muda, Indonesia memiliki potensi untuk melampaui statusnya sebagai negara berkembang dan menjadi negara yang siap bersaing. Namun jumlah kaum muda yang sebagian besar tidak terdidik serta kurang terdidik justru bisa berbalik menjadi sebuah bom waktu yang siap meledak manakala pertumbuhan ekonomi negara gagal mencitpakan lapangan pekerjaan bagi mereka.
Namun selalu ada harapan. Ketika pemerintah gagal melaksanakan tugasnya, rakyat siap menanggung beban tersebut. Indonesia adalah negara yang dikenal dengan nilai gotongroyong. Masyarakat memulai inisiatif mereka dengan melatih sejumlah pengajar muda yang mau dikirim ke daerah-daerah terpencil. Ada juga yang mendirikan sekolah dengan kurikulum alternatif yang berbeda dari versi kurikulum pemerintah, yang sengaja dibuat untuk mendekatkan murid dengan alam. Sejumlah tokoh pendidikan berpendapat kurikulum pemerintah tidak memberikan porsi yang cukup untuk sains dan matematika, mereka lantas mendirikan sekolah-sekolah yang melatih ilmuwan masa depan terbaik negara ini.
Sementara pengagas pendidikan lainnya memanfaatkan kuatnya pengaruh internet dan media sosial. Awal tahun ini, sebuah situs didirikan untuk menampung keluhan-keluhan mengenai gedung sekolah mana yang membutuhkan perbaikan, atau di sekolah mana penyelewengan dana terjadi. Mereka yang melek teknologi menggunakan Twitter dan Facebook untuk memobilisasi sukarelawan membuka kelas di berbagai daerah, mengajar murid tentang hal-hal yang tidak diajarkan oleh guru mereka, yang bergaji rendah.
Di sebuah tempat di mana rakyat terbiasa mendengar janji surga, hal-hal seperti itu memberik secercah harapan.
–Anies Baswedan adalah Rektor Universitas Paramadina di Jakarta dan salah satu tokoh reformasi pendidikan. Ia menjadi pengagas gerakan “Indonesia Mengajar”.  Ini adalah kolom opini yang diterjemahkan dari versi asli yang ditulis dalam Bahasa Inggris dan diterbitkan di www.online.wsj.com–