Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2014

Hengkang, Bos Motorola Pindah ke Dropbox

http://images.detik.com/content/2014/02/15/398/denniswoodside.jpgDennis Woodside (Digital Trends)
Jakarta - Bos Motorola Mobility Dennis Woodside memutuskan untuk hengkang. Dia rela meninggalkan jabatannya di Motorola Mobility demi posisi baru di yang akan segera ditempatinya di Dropbox.

Melalui blog resmi Motorola Mobility, Woodside mengatakan bahwa langkah yang diambilnya bukanlah keputusan yang mudah. Namun dia sangat yakin masa depan Motorola Mobility bakal terjamin.

Apalagi mengingat masa depan Motorola kini berada di tangan raksasa teknologi China Lenovo. Seperti diketahui, Lenovo telah setuju untuk membeli Motorola Mobility dari Google senilai USD 2,91 miliar, hanya dalam waktu dua setengah tahun setelah perusahaan ini diakuisisi raksasa internet tersebut senilai USD 12,5 miliar.

"Berada di tangan Google, mereka memasukkan jiwa kesederhanaan dan sensibilitas terhadap software kepada kami. Sementara Lenovo, akan membawanya ke skala yang lebih layak lagi," tulis Woodside dalam blognya.

"Saya tidak ragu kedua perusahaan bisa bersama-sama akan menjadi kekuatan bagi kebaikan dalam industri mobile," tambahnya seperti dilansir Digital Trends, Sabtu (15/2/2014).

Diangkat menjadi Chief operating Officer Dropbox, Woodside akan mengerahkan keahlian dan pengalamannya lebih dari 10 tahun di Google dan Motorola untuk memperluas layanan online storage tersebut. Dengan demikian, Dropbox diharapkan bisa lebih besar secara global, dari startup menjadi kompetitor yang bersaing dengan Google Drive dan layanan sejenis lainnya.

Sementara itu, CEO Dropbox Drew Houston menyambut gembira kedatangan karyawan barunya tersebut di perusahaannya. Dikatakan Houston, dia dan timnya sudah lama mengagumi kepemimpinan Dennis di Google dan Motorola.

"Saya tak sabar membayangkan orang yang lebih baik akan menolong kami membawa Dropbox ke skala global," ujarnya.

Dropbox yang berusia tujuh tahun memperlihatkan pertumbuhan yang stabil sejak diluncurkan. Layanan ini menggaet lebih dari 200 juta pengguna dan menerima jutaan dolar dalam berbagai bentuk kucuran dana. Bulan lalu, sebuah grup investor menyuntikkan dana senilai USD 250 juta untuk Dropbox.

Galaxy Gear Pimpin Pasar Jam Tangan Pintar

http://images.detik.com/content/2014/02/16/317/smartwatchco.jpgJam tangan pintar (ist)
Jakarta - Tahun 2013, beberapa vendor mulai memperkenalkan jam tangan pintar atau smartwatch. Menurut penelitian Strategy Analytic, sekitar 2 juta unit perangkat tersebut dikapalkan tahun lalu.

Dari jumlah total tersebut, sekitar 1,2 juta di antaranya adalah smartwatch yang memakai sistem operasi Android. Nah, jam pintar yang paling populer menurut Strategy Analytic adalah Galaxy Gear dengan pangsa pasar mencapai 54% di paruh kedua 2013.

Berada di posisi runner up adalah jam pintar buatan Sony dengan market share 19%, kemudian Pebble 16% dan lain lain sebesar 11%.

"Samsung meluncurkan Galaxy Gear dengan marketing besar dan menuai minat signifikan dari konsumen," kata Chris Jones, Vice President Canalys yang dikutip detikINET dari Engadget, Minggu (16/2/2014).

Pasar jam tangan pintar dan wearable device yang lain diprediksi makin seksi di tahun tahun mendatang. Biro riset Juniper Research berani memperkirakan bahwa tahun 2018, penjualan wearable device seperti jam dan kacamata pintar akan mencapai sekitar 130 juta unit

G Pro 2, Ponsel Paling Canggih LG

http://images.detik.com/content/2014/02/13/1146/LGGpro21.jpg

Nekat! Fotografer Penantang Maut Fotografer - Vadim Gurnov

http://images.detik.com/content/2014/02/13/1146/gedung1.jpg

ikin Pusing, Google Glass 'Dipensiunkan'

http://images.detik.com/content/2014/02/16/317/googleglassmaskapai.jpgIlustrasi (ist)
Jakarta - Beberapa orang sudah berkesempatan menjajal kacamata pintar Google Glass. Tidak semuanya merasa terkesan, malah sudah ada yang pensiun memakai gadget canggih itu karena merasa pusing.

"Sekarang tidak ada alasan yang cukup bagus untuk memakainya. Tidak sebanding dengan pusing kepala yang kurasakan. Lebih baik cek email di iPhone atau laptop saja," kata Chris Barrett, salah satu pemakai pertama Google Glass.

Barett belum pernah merasa pusing saat memakai gadget sebelumnya. Dia pun menyarankan agar Google mengeluarkan peringatan bahwa Google Glass berpotensi bikin pusing pemakainya.

Google pun langsung menanggapi permintaan itu. "Kesehatan dan keselamatan sangat penting bagi kami dan sedari awal kami telah bekerjasama dengan profesional untuk memastikan Google Glass aman digunakan," demikian pernyataan Google.

Sebelumnya, seorang wartawan teknologi bernama Mat Honan juga menyatakan ketidaknyamanannya kala memakai Google Glass. Saat memakainya, ia menilai orang orang di sekitarnya menjadi ketakutan. Mungkin mereka merasa dimata matai Google Glass.

Google Glass yang memiliki kemampuan layaknya ponsel pintar, misalnya bisa mengakses internet dan dibekali kamera, rencananya dijual massal tahun 2014 ini. Tahun lalu, perangkat tersebut dijual secara terbatas pada beberapa sosok terpilih.

Google tampaknya harus mencari solusi berbagai masalah yang menimpa agar Google Glass nanti sukses di pasaran. Demikian seperti dikutip detikINET dari BGR, Minggu (16/2/2014).

Kamis, 25 Juli 2013

Gaya Motorola Droid Ultra

http://images.detik.com/content/2013/07/24/1146/droidultra1.jpg

Droid Ultra yang sebelumnya telah ramai diperbicangkan, sesuai prediksi hadir dalam ukuran 5 inch dan ketebalan 7,18 mm. (kredit foto: androidcentral)