
Published on February 19th, 2016 | by Fajar Nurmanto
Kalau ada yang bilang cinta-cintaan yang terindah adalah kisah-kasih di sekolah, maka itu bohong besar. Kisah-kasih di bangku perkuliahan justru lebih berkesan. Soalnya ada tuntutan serius untuk dikenalin ke orang tua bila ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Nah kalau begitu, berikut tujuh kemungkinan yang bakal terjadi kalau kamu bawa pacar untuk dikenalin ke ortu.
1. Disuruh putus
Lho kok bisa? Ya jelas bisa lah. Lha kalau menikah kan perlu restu dari kedua orang tua si calon. Semisal camal (calon mertua) kamu enggak cocok, ya berati kamu enggak direstui. Kecuali kamu mau melanjutkan dengan gerilya alias melancarkan serangan PDKT ke orang tua dengan sembunyi-sembunyi.
2. Disuruh jangan mikir berat-berat soal hubungan
Ini adalah sikap yang paling banyak ditemui. Ortu paham anaknya baru mengenal cinta, tetapi sedang berkewajiban belajar di bangku kuliah. Maka mereka setuju kalau pacarannya dibawa santai. Soalnya pacaran juga bisa dipakai untuk motivasi kuliah. Jangan sampai kebalikannya lho ya.
3. Males nemuin
Kenapa males? Soalnya ortunya itu adalah tipe karir atau bisnis. Bagi mereka, waktu itu adalah uang dan mereka paham kamu jelas belum bisa menikah sekarang. Mau dikasi makan apa coba kalau nikah, kalau ngajak kencan pacar aja masih dimodalin orang tua. Karena itu orang tuanya ogah untuk ketemu sama kamu-kamu itu sambil sok berbicara serius ala orang dewasa. Singkatnya kamu harus memantaskan diri dulu dari segi finansial, pekerjaan, atau status sosial.
4. Disambut dengan antusias
Nah ini adalah kemungkinan yang paling membahagiakan. Kedatanganmu disambut dengan senyum lebar dan ortunya terlihat antusias. Saking antusiasnya baru disebut namamu aja langsung ditanyain kapan tanggalnya. Ini bisa menjadi mencurigakan, kok kesannya si ortu pengen cepat-cepat melepas anaknya gitu.
5. Muka datar
Itu tandanya kamu enggak ada spesial-spesialnya dibandingin dengan teman-teman pacar kamu yang lainnya. Soalnya orang tuanya menghadapimu dengan muka datar alias tidak ada gejolak apapun. Terkadang orang tua yang seperti ini justru malah bikin penasaran, bukan anaknya. Penasaran atas respon yang bakal dia berikan kalau semisal tau anaknya hamil atau menghamili. Coba saja, tetapi resiko tanggung sendiri yah.
6. “Oh iya, gapapa sih. Tapi;…”
Ini adalah tipe yang paling sering ditemui. Ortu merasa si anak sudah menemukan pilihannya, tetapi belum sepenuh hati melepas mereka jalan berdua. Alhasil persyaratan alias terms and requirements selalu mengikuti kemanapun kalian pergi. Contohnya saja kalau ngembaliin anak cewek ke rumah tidak boleh melewati jam delapan malam. Jangan coba untuk ngembaliin esok harinya karena yakinlah, kamu akan dilaporkan sebagai penculik. Minimal ya kena gampar mungkin.







0 komentar:
Posting Komentar