Sabtu, 15 Februari 2014

Cerita Sukarmi Soal Hujan Batu Saat Gunung Kelud Meletus


"Waktu meletus itu saya sekeluarga sama 30 orang lain sembunyi di bawah meja ditutupin terpal. Begitu meletus ada batu akhirnya genteng rumah hancur semua," ujar Sukarmi (48) salah satu pengungsi dari desa Pugeran, Kediri, Minggu (16/2/2014).

Sukarmi bersama penduduk desa lainnya tak langsung dievakuasi sesaat setelah gunung meletus. Wanita 4 anak ini baru diangkut menggunakan mobil pickup ke salah satu titik pengungsian.

"Jam 23.00 meletus, pukul 02.00 WIB dini hari baru berhenti hujan batunya.Sorenya pakai mobil box langsung diangkut ke posko," paparnya.

Hal yang sama juga dirasakan Darmini (53). Wanita yang berasal dari desa yang sama dengan Sukarmi tersebut juga melihat langsung kengerian saat Gunung Kelud memuntahkan laharnya.

"Sebelumnya sudah ada bantuan warga disuruh pakai masker dan sembunyi di bawah meja. Alhamdulillah di desa saya tidak ada yang meninggal," tuturnya.

Dia berharap, pasca bencana pemerintah dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki tempat tinggal mereka yang hancur terkena hujan batu. "Mudah mudahan dibantu ya. Orang susah seperti kita, mau panen tidak jadi karena bencana," kata wanita yang bekerja sebagai buruh tani ini.

Saat ini 66.139 jiwa warga dari berbagai desa di Kediri telah diungsikan ke 117 titik pengungsian. Bantuan sebesar Rp 1,6 miliar berupa logistik sandang pangan telah digelontorkan Kementerian Sosial untuk kebutuhan pengungsi pasca bencana.

Simak informasi terbaru seputar Gunung Kelud meletus dalam program "Reportase Khusus" Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

0 komentar:

Posting Komentar