Hingga saat ini sekitar pukul 17.00Wib korban erupsi Gunung Kelud baru diketahui ada 3 orang, yakni Tiga korban tewas itu antara lain; Mbok Nya (60), warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Perempuan itu tewas karena sesak nafas akibat abu vulkanik.
Korban kedua adalah Sahiri (70) laki-laki warga Dusun Ngutut, Desa Pandasari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang karena tertimpa tembok saat menunggu kendaraan evakuasi.
“Ketiga, Sanusi (80, L) warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kec Ngantang, Kab Malang karena sesak nafas saat berlindung di bawah meja.
Saat itu mereka berada sekitar 7 km dari pusat puncak kawah Gunung Kelud, dan ketebalan abu di tempat mereka mencapai 20 cm.
Status Gunung Kelud
Hingga tadi sekitar pukul 16.00 wib menurut Gubernur Jawa Timur Status Awas (level IV). pada Radius 10 km harus tidak ada aktivitas warga
Sementara di Beberapa wilayah yang sangat merasakan dampak dari hujan abu tersebut adalah Solo, Surabaya, Yogyakarta dan mungkin beberapa wilayah lainnya di sekitar Gunung Kelud.
Hingga saat ini pukul 08.19 WIB, hujan abu masih terasa tebal, sehingga banyak sekolah yang diliburkan karena kondisi di jalan yang tidak baik untuk kesehatan mata. Hujan abu sangat pedih bila terkena mata.
Beberapa penerbangan hari ini tutup dan tidak beroperasi karena jarak pandang hanya sekitar 500 meter saja, hal ini sangat membahayakan penerbangan. Bandara Juanda Surabaya, Abdulrahman Saleh Malang, Adi Sucipto Yogya, Adi Sumarmo Solo, A Yani Semarang, Husein S Bandung, Tunggul Wulung Cilacap.
Menurut Pantauan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPTKG), kemungkinan akan terjadi letusan gunung kelud yang sangat besar.
Kita semua berharap dan berdoa, semoga saja tidak banyak korban.
Update :
Hingga saat ini pukul 14.45WIb, di Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya masih dipenuhi abu dari Gunung Kelud yang beterbangan menyelimuti Kota Yogyakarta, sehingga hampir semua warga yang hendak keluar menggunakan masker.
Bila dilihat dari ketinggian bukit, Kota Yogyakarta seperti Tikar berwarna putih abu-abu, hal karena ketebalan abu di wilayah kota Yogyakarta antara 1 hingga 3 cm sehingga seoalah-olah terlihat rata.
Untuk para pengendara yang hendak melewati kota Yogyakarta harap berhati-hati karena jarak pandang hanya sekitar 500 meter saja. Dan juga abu yang betebaran di jalananan sangat licin.
Dan akibat dari hujan abu dari gunung kelud ini meyebabkan penerbangan di Bandara Internasional Adisucipto hingga pukul 14.53 WIb ini masih ditutup. dan belum ada kabar sampai kapan akan dibuka kembali.
Direktur operasional bandara adisucipto tadi mengatakan untuk masyarakat yang sudah terlanjur membeli tiket dan dibatalkan bisa mengambil kembali uangnya di loket masing-masing maskapai.
Update :
Hingga tadi pukul 17.00 Wib kota Yogyakarta semakin dipenuhi dengan abu, terutama di jalan raya, Hingga saya melihat jarak pandang di Jalan Raya Gedon gkuning sekitar 50 meter, hal ini juga terjadi di tempat lain di Kota Yogyakarta, terutama di Jalan yang cukup padat kendaraan.

Sementara itu , pertokoan di sepanjang jalan di Kota Yogyakarta hampir tutup semua.
Begitu juga kondisi di Komplek Malioboro, hampir tidak ada toko dan pedagan makanan yang buka.
Dan setelah keliling Jogja selama satu jam, saya seperti mandi debu 









0 komentar:
Posting Komentar